Deddy Corbuzier Hancur, Harry Kiss Sebut Vidi Aldiano Berpulang dengan Senyuman
Duka menyelimuti kepergian Vidi Aldiano. Deddy Corbuzier ungkap perasaan hancur, sementara Harry Kiss sebut sang putra pejuang sejati. Simak pernyataan lengkap keluarga di sini.
JAKARTA – Kepergian Vidi Aldiano pada Sabtu sore, 7 Maret 2026, memicu gelombang duka yang mendalam dari berbagai kalangan. Ayahanda Vidi, Harry Kiss, menjadi sosok pertama yang memberikan pernyataan emosional kepada awak media di rumah duka.
Dengan suara yang tertahan namun tetap berusaha tegar, Harry menyampaikan bahwa putranya adalah seorang pejuang yang tidak pernah mengeluh hingga napas terakhirnya tepat pukul 16.33 WIB. "Vidi sudah menyelesaikan tugasnya di dunia dengan sangat baik. Dia pergi dengan senyum, didampingi kami semua yang sangat menyayanginya," ungkap Harry singkat di hadapan para pelayat.
Pernyataan yang tak kalah menyentuh datang dari sahabat karib almarhum, Deddy Corbuzier. Melalui unggahan singkatnya, Deddy mengungkapkan kekagumannya pada mentalitas Vidi yang luar biasa dalam menghadapi kanker ginjal stadium akhir selama tujuh tahun terakhir.
Namun, detik-detik terakhir bapak 1 anak ini mengungkapkan kesedihannya di Instastory. Berdasarkan unggahan terbaru dari akun Instagram resmi Deddy Corbuzier (@mastercorbuzier), duka mendalam atas kepergian Vidi Aldiano terpancar jelas melalui pesan yang sangat emosional.
Dalam sebuah unggahan Instagram Story, Deddy membagikan foto kenangan saat Vidi berada di studio "Close The Door" dengan keterangan yang menunjukkan betapa hancurnya perasaan sang presenter.
"My heart is broken. Badly Broken," tulis Deddy dalam unggahan tersebut. Pernyataan singkat namun sarat akan kesedihan ini menggambarkan betapa dekatnya hubungan mereka, di mana Vidi memang dikenal sebagai salah satu tamu reguler yang selalu membawa keceriaan di podcast milik Deddy.
Dari sisi medis, dr. Handoko yang sempat memantau perkembangan kesehatan Vidi dalam setahun terakhir, memberikan catatan mengenai ketangguhan fisik sang penyanyi. Ia menyebutkan bahwa semangat hidup Vidi yang sangat tinggi secara medis turut membantu efektivitas pengobatan selama bertahun-tahun, meskipun metastasis sel kanker sudah menyebar ke beberapa organ vital. "Secara medis, perjuangan Vidi itu luar biasa. Dia punya will to live yang sangat besar, yang jarang saya temui pada pasien dengan kondisi serupa," jelas sang dokter.
Istri almarhum, Sheila Dara, melalui manajernya, juga meminta privasi bagi keluarga besar namun menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga atas doa-doa yang mengalir dari masyarakat.
Cek Juga: Innalillahi, Vidi Aldiano Meninggal Dunia di Usia 35 Tahun Setelah Perjuangan Panjang Melawan Kanker
Sheila menyebutkan bahwa Vidi sangat bersyukur bisa menghabiskan bulan Ramadan tahun ini bersama orang-orang tercinta sebelum akhirnya berpulang tepat di hari ke-17 Ramadan. "Vidi ingin kalian ingat dia lewat musiknya, lewat tawanya, bukan lewat rasa sakitnya," pesan singkat dari pihak keluarga.
Malam ini, suasana di rumah duka terus didatangi oleh rekan-rekan musisi dan pejabat publik yang ingin memberikan penghormatan terakhir. Semua pernyataan senada: Vidi Aldiano adalah jembatan persahabatan yang takkan tergantikan.
Warisannya bukan hanya lagu-lagu hit, melainkan sebuah standar baru tentang bagaimana menghadapi cobaan hidup dengan kepala tegak dan hati yang luas. Selamat jalan, Sang Pembawa Nuansa Bening.