Festival Adat dan Budaya Lom Plai 2026: Pesta Panen Penuh Syukur Suku Dayak Wehea
Festival Lom Plai 2026 di Kutai Timur adalah perayaan panen penuh makna, menampilkan ritual, tarian tradisional, dan budaya autentik sebagai wujud syukur dan pelestarian warisan leluhur.
Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, kembali menghadirkan salah satu warisan budaya autentik Nusantara: Festival Adat dan Budaya Lom Plai 2026. Festival ini merupakan ritual tahunan masyarakat Suku Dayak Wehea di Desa Nehas Liah Bing (atau Nehas Leah Bing), Kecamatan Muara Wahau, yang digelar sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen padi yang melimpah.
Lom Plai berasal dari tradisi leluhur yang telah dilakukan turun-temurun selama puluhan tahun. Dalam bahasa Kutai, “Lom Plai” memiliki makna serupa dengan “Erau” atau pesta rakyat. Acara ini tidak hanya merayakan keberhasilan panen, tetapi juga memperkuat ikatan sosial masyarakat, menghormati alam, serta melestarikan kearifan lokal Dayak Wehea.
Festival tahun 2026 berlangsung dari 23 Maret hingga 24 April 2026, dengan puncak acara Embob Jengea (Pesta Panen) pada 22 April 2026. Event ini masuk dalam agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026, menjadikannya salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Kalimantan Timur. Gratis dan terbuka untuk umum!
Makna Mendalam di Balik Lom Plai
Lom Plai sarat akan nilai filosofis dan spiritual. Ritual ini mengingatkan pada legenda Putri Long Diang Yung, putri satu-satunya dari Boq Diang Yung. Konon, saat terjadi kekeringan panjang yang menyebabkan gagal panen dan kelaparan, ayahnya mendapat wahyu untuk mengorbankan putrinya demi keselamatan rakyat. Pengorbanan itu kemudian membawa berkah dan kesuburan tanah.
Karena itu, Lom Plai menjadi wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi, sekaligus penghormatan kepada pengorbanan leluhur. Masyarakat Wehea memperlakukan tanaman padi seperti manusia — penuh hormat dan kasih sayang. Festival ini juga menjadi simbol harmoni antara manusia, alam, dan sesama.
Desa Nehas Liah Bing sendiri telah ditetapkan sebagai Desa Budaya dan Konservasi sejak 2006, menjadi pusat pelestarian hutan lindung Wehea dan tradisi adat Dayak.
Rangkaian Acara yang Menarik
Selama hampir sebulan, pengunjung dapat menyaksikan berbagai kegiatan budaya yang hidup dan edukatif:
- Ritual Adat Sakral: Pemukulan gong suci oleh keturunan raja sebagai tanda dimulainya persiapan, prosesi Embob Min, Tambak, dan ritual syukur lainnya.
- Pertunjukan Seni Tradisional: Tari Hudoq, tarian di atas rakit, Seksiang, Palq Saey, serta berbagai tarian khas Dayak Wehea yang energik dan penuh warna.
- Pameran Kerajinan dan Kuliner: Menyaksikan serta mencoba kerajinan tangan masyarakat Wehea dan hidangan khas Dayak seperti olahan padi, ikan sungai, dan makanan tradisional berbahan alam.
- Kegiatan Partisipatif: Semua lapisan masyarakat — dari anak-anak hingga orang tua — terlibat, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat.
Puncak acara pada 22 April 2026 akan menjadi momen paling meriah dengan prosesi besar, atraksi seni, dan suasana festival yang penuh sukacita.
Lokasi dan Akses
Festival berpusat di Desa Nehas Liah Bing, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Lokasi ini berada di kawasan yang masih alami, dikelilingi hutan lindung Wehea, sehingga pengunjung bisa merasakan udara segar dan keindahan alam Kalimantan sekaligus.
Untuk menuju lokasi, bisa melalui Samarinda atau Sangatta, kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Muara Wahau. Disarankan menggunakan kendaraan pribadi atau bergabung dengan tour paket wisata budaya yang disediakan pemerintah daerah.
Mengapa Harus Datang ke Festival Lom Plai?
- Pengalaman Autentik: Bukan sekadar tontonan, tapi kesempatan merasakan langsung kehidupan dan tradisi masyarakat Dayak Wehea.
- Edukasi Budaya: Mengenal lebih dalam kearifan lokal tentang syukur, pengorbanan, dan harmoni dengan alam.
- Wisata Ramah: Gratis, ramah keluarga, dan mendukung ekonomi masyarakat lokal.
- Momentum Liburan: Cocok dikunjungi saat libur Lebaran atau akhir pekan panjang di bulan April 2026.
Festival ini menjadi bukti bahwa budaya leluhur masih hidup dan terus dijaga dengan baik di tengah perkembangan zaman.
Mari Jadi Bagian dari Warisan Nusantara
Yuk, rencanakan perjalanan Anda ke Kutai Timur untuk menyaksikan Festival Adat dan Budaya Lom Plai 2026. Datanglah, rasakan getaran gong suci, nikmati tarian leluhur, dan rasakan kehangatan masyarakat Wehea yang penuh syukur.
Artikel Terkait
Solusi Magang SMK Jurusan DKV di Jogja Melalui Program Skill Digital
08 Apr 2026
Solusi Cepat Cari Tempat PKL SMK Jurusan RPL di Wilayah Jogja
08 Apr 2026
Kirab Budaya Megah Peringati HUT ke-80 Sri Sultan Hamengku Buwono X
02 Apr 2026
rekomendasi 5 wisata terbaik di Indonesia untuk wisatawan mancanegara maupun domestik.
01 Apr 2026