Islami

Kalender Ramadan 1447 H, Selasa 10 Maret 2026 Jatuh pada Puasa Keberapa?

Urban Indonesia | | 3 mnt baca
Bagikan:
Kalender Ramadan 1447 H, Selasa 10 Maret 2026 Jatuh pada Puasa Keberapa?

10 Maret 2026 puasa ke berapa? Simak hitungan hari puasa versi Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah lengkap dengan momen penting pertengahan Ramadan 1447 H di sini.

JAKARTA – Seiring dengan bergulirnya waktu di bulan suci yang penuh berkah ini maka banyak masyarakat mulai mempertanyakan mengenai posisi urutan hari ibadah puasa yang sedang dijalani pada tanggal 10 Maret 2026 mendatang.

Berdasarkan pengamatan kalender Hijriah dan masehi yang berlaku di Indonesia maka terdapat dua versi perhitungan utama yang menjadi acuan bagi umat Muslim dalam menentukan apakah tanggal tersebut merupakan hari puasa yang ke lima belas atau justru sudah memasuki hari yang ke enam belas.

Perbedaan ini bermula dari adanya ketetapan awal Ramadan 1447 Hijriah yang tidak dilakukan secara bersamaan oleh organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di tanah air serta pihak otoritas pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia.

Apabila merujuk pada keputusan resmi hasil Sidang Isbat yang diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia serta didukung oleh jajaran pengurus Nahdlatul Ulama maka awal bulan Ramadan tahun ini jatuh pada tanggal 24 Februari 2026 sehingga secara otomatis tanggal 10 Maret 2026 tersebut merupakan hari puasa yang ke lima belas.

Namun di sisi lain bagi warga Muhammadiyah yang telah menetapkan awal puasa satu hari lebih awal yaitu pada tanggal 23 Februari 2026 berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal maka posisi tanggal 10 Maret 2026 secara administratif jatuh sebagai hari puasa yang ke enam belas.

Perbedaan semacam ini sebenarnya sudah menjadi hal yang lumrah dalam khazanah keberagaman beragama di Indonesia karena masing masing pihak memiliki dasar argumen serta metode sains astronomi yang kuat dalam memandang posisi bulan baru di ufuk.

Pemerintah bersama Nahdlatul Ulama tetap berpegang pada kriteria MABIMS yang mensyaratkan ketinggian hilal minimal tiga derajat dengan sudut elongasi enam koma empat derajat melalui pemantauan langsung secara fisik di berbagai titik rukyatul hilal.

Sementara itu organisasi Muhammadiyah menggunakan perhitungan matematis yang memungkinkan penentuan tanggal dilakukan jauh hari sebelumnya dengan tingkat presisi yang sangat tinggi tanpa harus bergantung pada kondisi cuaca saat pengamatan lapangan dilakukan.

Meskipun terdapat selisih satu hari dalam hitungan urutan puasa harian tersebut namun para pakar astronomi memprediksi bahwa perayaan hari raya Idulfitri 1447 Hijriah kemungkinan besar akan dirayakan secara serentak oleh seluruh elemen masyarakat karena posisi hilal di akhir bulan nanti sudah sangat tinggi untuk memenuhi semua kriteria yang ada.

Memasuki fase pertengahan bulan Ramadan pada tanggal 10 Maret 2026 ini juga memberikan makna spiritual yang mendalam karena umat Muslim dianggap telah berhasil melewati fase penuh ampunan dan kini bersiap memasuki fase pembebasan dari api neraka.

Secara naratif momen ini menjadi titik balik bagi para jamaah untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah mereka terutama karena sepuluh malam terakhir yang mengandung malam Lailatul Qadar sudah semakin dekat di depan mata.

Selain menjadi penanda waktu ibadah maka tanggal 10 Maret 2026 juga memiliki urgensi administratif bagi pelanggan listrik negara karena hari tersebut merupakan batas waktu terakhir untuk menikmati promo diskon tambah daya dari PT PLN Persero yang bertujuan membantu mobilitas energi masyarakat selama bulan suci.

Oleh karena itu masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari saluran komunikasi terpercaya agar tidak terjadi kebingungan mengenai penjadwalan ibadah maupun kegiatan sosial lainnya yang berkaitan dengan kalender Ramadan tahun ini.

Pemerintah juga senantiasa mengingatkan agar seluruh warga tetap menjaga kerukunan serta saling menghormati meskipun terdapat perbedaan dalam hitungan hari puasa harian demi menjaga kekhusyukan bulan suci hingga hari kemenangan tiba nanti.

Dengan semangat kebersamaan ini diharapkan seluruh rangkaian ibadah Ramadan 1447 Hijriah dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi kesalehan sosial di seluruh lapisan masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.